Influence of Temperature and Time Carbonization on Calorific Value of Charcoal Briquette Raw Materials Areca Nut Husk
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Areca nut husk is one type of biomass that can be used as raw material for briquettes as an alternative energy producer. Charcoal briquettes are solid fuels that can be used as alternative fuels in an effort to meet energy needs. This study aims to assess the quality of areca nut charcoal briquettes through carbonization at temperatures of 200 ° C, 250 ° C, 300 ° C, 350 ° C and 400 ° C at holding times for 30, 60 and 90 minutes. The study was conducted by pyrolysis of areca nut briquettes which had been formed and dried. Testing the quality of charcoal briquettes includes calorific value analysis. The results of this study indicate the highest heating value of coir briquette charcoal is at carbonization temperature of 300 ° C for 60 minutes at 20979,13632 KJ/Kg.
Serat buah pinang merupakan salah satu jenis biomassa yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku briket sebagai penghasil energi alternatif dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi). Briket arang merupakan bahan bakar padat yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif dalam upaya untuk dapat memenuhi kebutuhan energi. Pembuatan briket menggunakan perekat tapioka dengan komposisi biomassa dan perekat sebanyak 80% dan 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas briket arang serat buah pinang melalui proses karbonisasi pada temperatur 200°C, 250°C, 300°C, 350°C dan 400°C pada waktu tahan selama 30, 60 dan 90 menit. Pengujian kualitas briket arang meliputi analisis nilai kalor. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kalor briket arang serat buah pinang tertinggi terdapat pada temperatur karbonisasi 300°C selama 60 menit sebesar 20979,13632 KJ/Kg.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##
References
[2] Arni., Hosiana M.D.L., Anis Nismayanti, “Studi Uji Karakteristik Fisis Briket Bioarang Sebagai Sumber Energi Alternatif,” Journal of Natural Science, vol. 3, no. 1, pp. 89-98, 2014.
[3] Arnida Mustafa, “Analisis Proses Pembuatan Pati Ubi Kayu (Tapioka) Berbasis Neraca Massa,” AGROINTEK, vol.9, no. 2, pp. 127-133, 2015.
[4] ASTM D 2015, Standart Test Methlod for Gross Calorific Value of Coal and Coke by the Adiabatic Bomb Calorimeter. 2000.
[5] Erwin Junary., J. Prasetya.P., N. Herlina, “Pengaruh Suhu dan Waktu Karbonisasi terhadap Nilai Kalor dan Karakteristik pada Pembuatan Bioarang Berbahan Baku Pelepah Aren (Arenga Pinata),” Jurnal Teknik Kimia USU, vol. 4, no. 2, pp. 46-52, 2015
[6] Gustan Pari, “Pengaruh Selulosa terhadap Struktur Karbon Arang Bagian 1: Pengaruh Suhu Karbonisasi,” Jurnal Penelitian Hasil Hutan, vol.29, no.1, pp. 33-45, 2011.
[7] Hendri Nurdin., Hasanuddin., D. Darmawi, “Karakteristik Nilai Kalor Tebu Tibarau sebagai Bahan Bakar Alternatif,” Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi, vol. 18, no. 1, pp. 19-24, 2018.
[8] Lina Lestari., Erzam S. Hasan., La. A & Viska I.V, “Optimasi Ukuran Partikel, Komposisi Bahan dan Tekanan dalam Pembuatan Briket Arang Batang Sagu,” Jurnal Aplikasi Fisika, vol. 10, no. 1, pp. 27-30, 2014.
[9] M. Masudul Hassan., Manfred H. Wagner, H.U. Zaman., Mubarak A. Khan., “Physico-Mechanical Performance of Hybrid Betel Nut (Areca catechu) Short Fiber/Seaweed Polypropylene Composite,” Journal of Natural Fiber, vol. 7, no. 3, pp. 165-177, 2010.
[10] Mody Lempang, “Sifat-sifat Arang Aktif Tempurung Kemiri dan Aplikasinya sebagai Komponen Media Tumbuh pada Tanaman Melina,” Institut Pertanian Bogor, Bogor, 2009.
[11] Nodali Ndraha, “Uji Komposisi Bahan Pembuat Briket Bioarang Tempurung Kelapa dan Serbuk Kayu Terhadap Mutu yang Dihasilkan,” Universitas Sumatra Utara, Medan, 2010.
[12] Purnama Anandi S.P, “Analisis Nilai Kalor Briket Serat Pinang sebagai Bahan Bakar Alternatif,” Journal of Multidisciplinary Research and Development, vol. 1, no. 3, pp. 449-452, 2019.
[13] Rosta Natalia S., Rosdaneli Hasibuan, “Pembuatan Briket dari Kulit Kakao menggunakan Perekat Kulit Ubi Kayu,” Jurnal Teknik Kimia USU, vol. 6, no. 3, pp. 2017.
[14] Samsul Bahri, “Pemanfaatan Limbah Industri Pengolahan Kayu Untuk Pembuatan Briket Arang dalam Mengurangi Pencemaran Lingkungan di Nangroe Aceh Darussalam,” USU, Medan, 2007.
[15] Satriyani Siahaan, M. Hutapea dan R. Hasibuan, “Penentuan Kondisi Optimum Suhu dan Waktu Karbonisasi pada Pembuatan Arang dari Sekam Padi, “ Jurnal Teknik Kimia USU, vol. 2, no. 1, pp. 26-30, 2013.
[16] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian. Jakarta: P.T. Rineka Cipta, 2010.
[17] Willyanto A., Fandi. D. Suprianto., Sutrisno & Andreas W. Kasrun, “Investigation on Biomass Briquette as Energy Source from Waste Leaf Cerbera Manghas,” JIRAE, vol. 1, no. 1, pp. 11-14, 2016.
[18] Yudha Setiadi, “Pengaruh Penggunaan Perekat Tapioka dan Damar terhadap Nilai Kalor Bahan Bakar Biobriket Tebu Tibarau,” UNP, Padang, 2018
[19] Yuli Ristianingsih., Ayuning Ulfa & Rachmi Syafitri K.S., “Pengaruh Suhu dan Konsentrasi Perekat terhadap Karakteristik Briket Bioarang Berbahan Baku Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Proses Pirolisis,” Konversi, vol. 4 no. 2, pp. 16-22, 2015.
[20] https://sumbar.bps.go.id/dynamictable/2016/11/17/43/produksi-pinang-perkebunan-rakyat-2008-2016.html